Berawal dari gagasan untuk membongkar almari nenek dan menemukan kain batik lama (lawasan) dengan motif yang cukup unik, Sasta Kirana mempunyai ide me-reuse kain batik tersebut menjadi rancangan yang enak dan praktis untuk dikenakan. Nyaman karena material kain batik terbuat dari bahan katun 100%. Sasta mengaku telah jatuh cinta denga batik sejak tahun 2000, karena warna dan motif yang klasik dan unik. “Saya rasa siapapun tidak bisa kasih definisi unik, bagi saya unik ya unik, seperti cinta” demikian tuturnya. Namun Sasta juga mengaku, sebagai seorang penari kraton, keturunan ningrat sekaligus keturunan juragan batik telah memberi kontribusi besar terhadap kecintaannya pada batik.
Setelah pameran Costume Installation, Nine Hole di Via-via Cafe Yogyakarta pada tahun 2004, Sasta Kirana kembali menggelar pameran tunggal “Thank You Grandma…” di tempat yang sama pada tamggal 9 Desember 2008 – 9 Januari 2009. Pada pameran Thank You Grandma, Sasta menampilkan karya-karya wearable hingga karya instalasi. “Wearable karena saya ingin bisa bersentuhan langsung secara fisik dan merasakan kenyamanan rancangan saya, instalasi hanyalah action atau suplemen artistik sepaya audience tidak jenuh dengan format yang sering dilakukan desainer di Indonesia”. Sepertinya Sasta sedang berusaha melawan arus mainstream desainer fashion Indonesia.
Pada karya instalasi penjahit sedang melakukan proses menjahit adalah bentuk kehumasan Sasta dalam rangka membentuk image positif sebuah brand name “Sasta Ethnic Apparel” yang menghargai segenap peristiwa kehidupan, dalam hal ini penjahitnya yang dengan setia menerjemahkan ide-ide Sasta ke menjadi baju-baju unik. Saat ini Sasta Ethnic Apparel memiliki outlet di Werbengongo Galeria Mall Yogyakarta. Brand yang dicetuskan di tahun 2000 ini membuat design baju etnik material batik dengan rancangan tak terbatas dan material lain seperti blaco yang diwarna polos maupun teknik warna pudar. Selain itu Sasta juga mebuat batik karya sendiri dengan motif dekoratif warna warni dan neo batik dengan teknik ikat atau tie dye.
Jika kain2 batik lawasan yang lama tersimpan di almari nenek itu rindu tenar, demikian juga Sasta. Pameran kali ini adalah rangkuman perjalanan Sasta selama delapan tahun yang dengan setia mentenarkan batik-batik lama yang selalu disimpan rapi oleh para nenek kita dan setia merawatnya. Thank you grandma…